Asal Usul Nama Makanan Indonesia, Udah Tau Belum?

2024-03-14 13:58:45

18VIEWS
1SHARES

Asal Usul Nama Makanan Indonesia, Udah Tau Belum?

hypo.id – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki berbagai macam kuliner yang mampu menggugah selera. Karena Indonesia memiliki 38 provinsi, yang mana di setiap provinsinya memiliki olahan makanan tersendiri dengan cita rasa khas masing-masing daerahnya.

 

Namun dibalik beragamnya makanan di Indonesia, ada sejarah unik yang melatari nama-nama makanannya. Seperti berikut :

 

  1. Ketoprak

 

Makanan yang disiram bumbu kacang seperti gado-gado ini ditemukan seorang pria asal Jawa Tengah. Mengambil info dari Wikipedia, dahulu pria penggemar kuliner tersebut mencoba membuat makanan baru yang terdiri dari ketupat atau lontong, toge, bihun, bawang putih, cabe dan kacang tanah.

 

Namun setelah selesai, lelaki itu kebingungan mencari nama untuk makanan yang baru diciptakannya. Sambil membawa makanan untuk dihidangkan di atas meja makan, tiba-tiba piring makanan itu terlepas sehingga mengeluarkan bunyi: Ketuprak…!”. Dari situlah nama ketoprak tercipta. Meski demikian, ada yang mengatakan bahwa nama ketoprak adalah akronim dari ketupat serta toge yang digeprek.

 

  1. Bakso

 

Makanan favorit orang Indonesia ini rupanya berasal dari Tionghoa di awal abad ke-17. Dalam bahasa Hokkian, Bak berarti babi dan So berarti makanan, jadi awalnya bakso diartikan sebagai makanan dari daging babi.

 

Namun ketika masuk Indonesia, karena masyarakatnya mayoritas beragama Islam, bakso yang diolah dari daging babi kemudian diganti menjadi daging sapi, ayam atau ikan.

 

  1. Gudeg

 

Makanan khas Yogyakarta ini terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan, gula jawa, dan rempah-rempah. Dari beberapa sumber, nama gudeg diambil karena sejarah Indonesia ketika dijajah Inggris.

 

Ada seorang pria Inggris yang memiliki istri seorang wanita berdarah Jawa. Pria tersebut memiliki panggilan sayang pada sang istri 'dek'. Ketika mencicipi makanan dari nangka muda, pria Inggris itu tersenyum dan mengatakan 'it's good dek'. Sejak itu makanan dari nangka muda tersebut diberi nama gudeg.

 

Namun dikutip dari Wikipedia, asal-usul gudeg dikaitkan dengan berdirinya Kesultanan Mataram di akhir abad ke-16. Saat itu, para pejuang yang berusaha masuk ke wilayah Yogyakarta tidak punya pasokan makanan.

 

Ketika melihat buah nangka muda yang keras, mereka merebusnya menggunakan santan dalam panco logam besar dan mengaduknya dengan papan kayu. Proses memasak tersebut disebut hangudek yang artinya mengaduk.

 

  1. Sate

 

Kata Sate berasal dari bahasa Jawa dialek Ponoragan, yakni Sak Biting (dibaca Sak Beteng) yang berarti satu tusuk. Sedangkan di Madura pelafalannya menjadi Sati. Namun, diduga kata "Satea" atau "Sataia" berasal dari bahasa Tamil.

 

Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer di abad itu bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia.

 

Teori lain mengatakan bahwa asal kata sate berasal dari istilah Minnan-Tionghoa "sa tae bak" yang berarti tiga potong daging.

 

 

Ternyata dibalik rasanya yang enak, penamaan pada makanan tersebut cukup unik juga ya.