Menyambut Tahun Baru Imlek, Kenapa Identik dengan Jeruk?

2024-02-07 15:21:07

9VIEWS
1SHARES

Menyambut Tahun Baru Imlek, Kenapa Identik dengan Jeruk?

hypo.id – Tahun baru Imlek, atau biasa disebut Imlek, segera tiba. Tahun ini, Imlek jatuh pada 10 Februari 2023. Menjadi salah satu hari perayaan besar bagi masyarakat etnis Tionghoa, terasa "hambar" jika tidak tersedia berbagai macam makanan khas Imlek, salah satunya jeruk.

 

Kehadiran jeruk saat Imlek memiliki makna tersendiri. Yuk simak kenapa jeruk identik dengan Imlek:

 

  1. Makna Buah Jeruk

 

Dikutip dari Guru Besar Program Studi China Universitas Indonesia (UI), Hermina Sutami, kata jeruk berbunyi cheng, dan cheng juga berarti sukses. Jadi memberi jeruk secara simbolis bermakna semoga sukses. Sedangkan jeruk dalam bahasa Mandarin berbunyi "ju", yang mana ini dekat dengan bunyi kata keberuntungan, yakni "ji", menjadi simbol keberuntungan dalam budaya China.

 

Bagi orang China, bulat atau bundar melambangkan kesempurnaan. Selain itu warna jeruk yang cerah dianggap untuk kehidupan yang akan cerah. Itulah kenapa bukan hanya di Indonesia saja, tetapi di negara-negara yang juga merayakan Imlek banyak ditemukan dekorasi maupun suguhan jeruk.

 

  1. Tradisi Buah Jeruk

 

Memberikan jeruk mandarin kepada orang terkasih selama Imlek merupakan cara simbolis untuk mendoakan kebahagiaan dan kemakmuran seseorang. Selain itu, meletakkan jeruk di tempat beras saat Imlek dipercaya akan membawa berkah baik untuk seluruh anggota keluarga.

 

Tradisi meletakkan jeruk bersama amplop merah di samping bantal anak-anak di setiap keluarga China, dipercaya akan membawa keberuntungan kepada anak-anak tersebut.

 

  1. Tradisi Bermakna Saat Imlek

 

Selain makna jeruk saat imlek yang memberikan keberuntungan, sejumlah tradisi khusus saat Imlek juga memiliki makna yang penting. Mulai dari membersihkan rumah hingga tarian naga yang dikenal sebagai Barongsai.

 

Masyarakat Tiongkok percaya kegiatan membersihkan rumah secara menyeluruh bisa membebaskan penghuni rumah dari nasib buruk. Selain itu, naga juga dipercaya masyarakat Tiongkok sebagai simbol keberuntungan. Maka dari itu, setiap tahunnya Imlek juga diperingati dengan tarian naga yang lebih dikenal sebagai Liong.