Viral Kasus Bullying, Bisa Dicegah Kok!!

2024-02-22 14:57:30

13VIEWS
1SHARES

Viral Kasus Bullying, Bisa Dicegah Kok!!

hypo.id – Lagi-lagi kasus bullying (perundungan) kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Kali ini terjadi di sekolah bertaraf internasional.

 

Makin ramai juga karena salah satu pelakunya adalah anak artis berinisial VR. Perundungan itu diduga dilakukan oleh geng pelajar SMA internasional Binus School, Tangerang, yaitu Geng Tai (GT). Diberitakan, perundungan terjadi di sebuah toko kecil di belakang sekolah bernama “Warung Ibu Hauk”, yang mana setiap pulang sekolah geng itu berkumpul melakukan kegiatan menyimpang yang mungkin mengandung unsur kriminal, seperti kekerasan dan merokok.

 

Dalam unggahan yang beredar di media sosial X, terlihat ada delapan nama pelaku beserta jenis kekerasan yang dilakukan kepada korban. Pelaku berinisial KN disebut memukul, menyundut dengan rokok, dan membakar tangan korban menggunakan korek api. Ada juga GV yang memukul, menjambak, serta mengancam akan membunuh dan melecehkan adik korban.

 

Sebenarnya kenapa sih kasus bullying ini gak pernah berakhir? Padahal bisa sangat dicegah loh, terutama di lingkungan sekolah dan rumah. Yang terpenting bagi orang tua, ajarkan rasa empati pada anak, agar anak lebih paham bisa menahan diri untuk melakukan sesuatu tindakan yang bisa menyakiti.

 

Karena pelaku bully bisa disebut juga korban, dia tidak tahu bagaimana cara yang baik untuk dapat kebahagiaan atau tidak tahu cara membangun hubungan yang positif. Jadi, gimana caranya bully itu tidak terjadi lagi, ajarkan dia untuk mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang tepat. Membangun hubungan interaksi tanpa menindas orang lain, harus terus didampingi dan tidak diisolasi bila sudah terjadi, tapi dirangkul.

 

Biasanya pembully itu datang dari keluarga yang punya disfungsi, seperti ketidakhadiran orang tua, melihat permasalahan orang tua di rumah, atau melihat orang tuanya menyelesaikan konflik tidak dengan cara yang baik.

 

Sebab, cara belajar anak lewat meniru, jadi perilaku orang tua dan media sosial bisa berpengaruh terhadap perilaku anak. Jadilah contoh positif, bertutur kata yang baik, saat melakukan kesalahan meminta maaf, dan tidak melakukan kekerasan. Lingkungan rumah mempengaruhi perilaku anak berbuat bully.

 

Menghadapi ketika anak jadi korban bully sangat penting, kita harus meyakinkan sang anak bahwa hal ini terjadi bukan karena ada yang salah pada dirinya. Kita bisa mendorong sang anak untuk menjadi teman yang baik (misalnya melindungi, berbagi dan ketika ada sesuatu masalah bisa menyelesaikannya dengan cara yang baik dan selalu membantu).

 

Jadi, agar anak tidak menjadi pelaku atau korban bully, kita bisa membangun bonding agar anak merasa aman. Membangun nilai kepercayaan diri anak, cara memandang diri sendiri dan orang lain, jangan sampai dia punya sesuatu yang bisa disombongkan.

 

Dan yang terpenting, mengajarkan anak bahwa tidak ada level dalam hal apapun. Selayaknya manusia punya hak yang sama sehingga tidak membandingkan level antara status ekonomi dan siapa yang kuat atau tidak.

 

Jadi, harus fokus pada sang anak, karena orangtua tidak bisa mengendalikan anak orang lain atau menasehati sesama orang tua. Orang tua yang bangun hubungan positif dengan anak, serta membuat mereka merasa dicintai sehingga dia tidak merasa kekurangan dan mencari kebahagiaan dengan cara-cara yang negatif. Dorong anak untuk terus punya empati, supaya jadi pahlawan-pahlawan anti-bully.

 

So, kasus bullying sejatinya bisa dihindari.